Wednesday, April 27, 2011

5+1 Model Bisnis Aplikasi Mobile

Jakarta - Tujuan mengembangkan aplikasi adalah menghasilkan uang. Tentu terdapat berbagai cara meraih untung dari bisnis aplikasi. Seperti disampaikan Andry Huzein, Direktur IT & Commerce Detikcom, setidaknya terdapat 5 jenis model bisnis bagi pengembang aplikasi.

"Pertama adalah direct sell, yaitu sebuah aplikasi yang sangat bagus sengaja dikembangkan sebagai portofolio ke klien, " tuturnya dalam acara Ngopi Bareng detikINET, Rabu (27/4/2011). Jadi klien pun diharapkan tertarik jadi pelanggan.

Model bisnis kedua adalah aplikasi yang dibuat sekali lalu dijual kepada klien. Kemudian model bisnis ketiga, aplikasi sengaja dikembangkan bukan untuk dijual, akan tetapi tujuannya sebagai sarana promosi ke konsumen.

"Kemudian model ads (advertising-red), aplikasi dibuat dengan iklan di dalamnya untuk mendapat uang," tambah dia tentang model bisnis keempat.

Model bisnis kelima adalah aplikasi yang tujuannya bukan untuk dipasarkan, akan tetapi keuntungan didapat dari channel lain. Misalnya aplikasi detikcom dikembangkan untuk memperluas basis pembacanya.

"Kita menyadari kalau orang berkendara di jalan, mereka ingin baca berita biasanya langsung mengakses aplikasi detikcom. Ini kita kembangkan," ucapnya.

Di sisi lain, Oon Arfiandwi selaku pengembang aplikasi dari 7Langit menambahkan satu lagi model bisnis bagi developer aplikasi. Bentuknya menjalin relasi dengan penyedia platform alias alliance member. Misalnya dengan Research in Motion (RIM).

"Jadi alliance member agar dibantu jualan oleh penyedia platform seperti RIM. Biaya keanggotaan termurah USD 2.000 untuk setahun dan dapat 1 device. Kalau alliance member, bisa dikasih insentif jika punya aplikasi menarik. Mereka juga mau makin banyak aplikasi, ekosistemnya makin hidup," kata Oon.

Ngopi Bareng detikINET adalah diskusi santai bulanan yang diadakan detikINET. Acara kali ini didukung oleh Anomali Coffe.



( fyk / fw )

Artikel yang Berkaitan

0 komentar:

Post a Comment