Jakarta - Asosiasi Pengusaha dan Importir Telepon Genggam Indonesia (Aspiteg) mendukung penuh langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam menegakan aturan terhadap Research in Motion (RIM), vendor layanan BlackBerry dari Kanada. "Kami 100% mendukung Kominfo. Stop sertifikat impor mereka, evaluasi kinerjanya, baru silakan jalan lagi. Sebagai asosiasi, seluruh anggota kami siap tidak impor BlackBerry dulu sampai RIM mau mematuhi aturan dan undang-undang di Indonesia," kata Ketua Umum Aspiteg Alie Cendrawan di eX Plaza, Jakarta, Jumat (14/1/2011). Aspiteg merupakan asosiasi importir yang beranggotakan lebih dari 20 perusahaan yang memasok ponsel-ponsel merek vendor ternama termasuk BlackBerry. Setiap bulannya mereka tercatat memasok ponsel lebih dari dua juta unit. Dari...