Monday, May 2, 2011

Pabrik Perakit iPad Dituding Tak Manusiawi, Apa Kata Apple?

Jakarta - Meski cuma sebatas partner Foxconn, Apple secara tidak langsung ikut terseret isu miring yang menyerang pabrik perakit iPad dan iPhone itu. Lantas, apa tanggapan Apple?

Jelas saja, tudingan yang dilancarkan dua NGO (non government organization) -- Centre for Research on Multinational Corporations dan Students & Scholars Against Corporate Misbehaviour (Sacom) -- yang menyatakan bahwa para buruh di Foxconn dipekerjakan tidak manusiawi bak sebuah mesin menjadi kurang enak didengar bagi para petinggi Apple.

Namun perusahaan yang digawangi Steve Jobs itu menegaskan jika pihaknya selama ini selalu memiliki komitmen untuk memastikan standar tertinggi dari tanggung jawab sosial di seluruh pangkalan logistik dan partner kerjanya.

"Apple mengharuskan para pemasoknya untuk berkomitmen terhadap aturan yang komprehensif dari kami sebagai syarat kontrak bagi mereka," ujar juru bicara Apple, dikutip detikINET dari Guardian, Senin (2/5/2011).

"Kami coba membuat aturan kebijakan yang termasuk program pengawasan yang ketat, audit pabrik, rencana tindakan korektif hingga langkah-langkah verifikasi," pungkasnya.

Foxconn tengah mendapat sorotan setelah investigasi dari dua NGO di pabrik perakit iPad dan iPhone itu yang berlokasi di Shenzhen dan Chengdu, China. Mereka mengklaim bahwa sekitar 500 ribu buruh bekerja dalam kondisi yang tak mencerminkan kesuksesan iPad.

Foxconn dituduh telah berlebihan dalam menerapkan jam kerja serta memiliki peraturan perusahaan yang mengikat karyawan.

Salah satu temuan investigasi ini adalah adanya slip pembayaran gaji yang mengindikasikan bahwa seorang karyawan telah menjalankan 98 jam kerja lembur dalam sebulan. Padahal, batasan lembur yang dilegalkan cuma sebatas 36 jam tiap bulannya.

Seorang manager Foxconn bernama Louis Woo mengakui jika perusahaannya kerap menjalankan jam kerja yang melampaui batas lembur wajib. Hal ini terpaksa dilakukan untuk memenuhi permintaan terhadap produk-produk Apple di negara-negara barat.

Namun Woo menepis tudingan jika lembur berlebih yang dijalankan Foxconn itu dilakukan dengan cara memaksa. Ia berkilah jika aksi lembur itu dipilih secara sukarela oleh para buruh.




( ash / rns )

Artikel yang Berkaitan

0 komentar:

Post a Comment